Marcus McGuane Ikuti Jejak Gary Lineker di Barcelona

Marcus McGuane menjadi pemain asal Inggris pertama yang tampil di Barcelona setelah Gary Lineker. Tapi apa saja yang kita tahu tentang pemain belia yang masih berusia 19 tahun itu? Tentu saja kualitas dan gaya permainannya. Marcus sebelumnya membela Arsenal. Tapi, setelah ia sepakati kontrak, dia mulai menyukai Barcelona. Bahkan, dia menganggap Barca adalah klub impian.

Impian Menjadi Kenyataan

Barcelona mengalahkan pesaingnya, Espanyol melalui adu penalti di final Piala Catalan pada hari Rabu kemarin. Ernesto Valverde memilih delapan pemain tim utama, termasuk diantaranya adalah Jasper Cillessen, Ousmane Dembele dan Andre Gomes. Sementara itu, McGuane, pemain kelahiran Greenwich termasuk di antara 12 pemain yang dipilih dari tim Barca B, dan mantan gelandang Arsenal tersebut menjadi orang Inggris pertama yang berada di tim utama sejak Lineker pada tahun 1989 saat masuk sebagai pengganti babak kedua di Camp d’Esports di Lleida.

Dari profilnya, tercatat sebagai berikut;

Nama: Marcus McGuane

Umur: 19

Lahir: Greenwich, London

Posisi: lini tengah defensif

Topi internasional: Dua untuk Inggris U19s

Marcus telah memilih Barca. Jendela transfer bulan Januari lalu merupakan momen penting bagi dirinya. Tercatat di jendela transfer, Philippe Coutinho meninggalkan Liverpool, Alexis Sanchez dan Henrikh Mkhitaryan bertukar klub, dan Virgil van Dijk menjadi pemain POIN4D belakang termahal di dunia. Sedangkan kabar transfer pemain Arsenal belia tersebut ke Barcelona tidak diketahui oleh banyak orang.

McGuane pindah ke Barca B dengan biaya yang tidak diungkapkan, Dia menandatangani kontrak tiga tahun – dengan opsi untuk dua tahun ke depan – yang memiliki klausul pembelian sebesar € 25 juta (£ 22,4 juta). Ini adalah keputusan berani bagi McGuane untuk meninggalkan Arsenal, namun ia telah tampil empat kali untuk Barca B di lini tengah.

Baginya, ini adalah mimpi yang menjadi kenyataannya.Melalui tweeternya, @ marcusmcguane58, dia mengatakan; Mimpi menjadi kenyataan. Hari ini saya masuk ke klub terbesar di dunia dan besok saya mulai  bermain. Betapa istimewanya hari ini bagi saya dan keluarga saya. Sekarang saya siap untuk memulai bab dan tantangan baru ini”.

Apa yang terjadi di Arsenal?

Kutipan dari Arsene Wenger tentang McGuane sangat singkat, namun dapat menggambarkan sisi pemain muda tersebut.”McGuane adalah gelandang bertahan, dan secara keseluruhan dia bisa bermain sebagai sayap belakang atau bahkan bek tengah dalam latihan,” kata Wenger kepada arsenal.com.Sehingga bisa dilihat jika McGuane memainkan peran defensif dan lini tengah untuk pemain di bawah 23 Arsenal musim ini dan berhasil mencetak dua gol dalam sembilan penampilan Premier League 2.

Mantan kapten U18s tersebut juga menikmati permainannya selama 12 menit untuk tim utama Arsenal, walau sebagai pemain pengganti akhir di Liga Europa di BATE Borisov dan Red Star Belgrade. Sekarang, dia mengakhiri spell 12 tahun yang mengejutkan di klub tersebut, dengan beberapa laporan menyebutkan McGuane, yang memasuki enam bulan terakhir kontraknya, menunda menandatangani kesepakatan baru karena ketidakpastian seputar peluang tim pertamanya di Arsenal.

Di Barcelona, ​​dia pasti akan belajar belajar dari pemain lini tengah seperti Sergio Busquets, Ivan Rakitic dan Andres Iniesta. Selanjutnya, kita akan melihat bagaimana pengaruhnya terhadap barisan pertahanan atau lini tengah Barcelona saat dia kemudian diakui untuk masuk ke tim utama. Walau berada di tim Barca B, ini tidak menyurutkan langkahnya untuk terus berlatih. Apalagi, dia masih muda dan memiliki banyak kesempatan.

countinue reading

Putus Rantai Kekalahan, Spurs Bekuk Cavaliers

Menjalani bulan Februari dengan serangkaian kekalahan, tentu saja San Antonio Spurs butuh usaha lebih untuk memutus rantai buruk itu. Dan pada pertandingan hari Senin (26/2) pagi waktu Indonesia kemarin, Spurs berhasil bangkit. Dijamu Cleveland Cavaliers, Spurs sukses mempermalukan Cavs di depan pendukung mereka di Quicken Loans Arena lewat skor 110-94.

 

Cavs sebetulnya tidak bermain buruk. Mengingat LeBron James tampil maksimal dan nyaris meraih triple-double. James mencetak 33 poin, 13 rebound dan 9 assist. Sembilan assist itu membuat James ada di posisi 11 dalam daftar pemain dengan assist terbanyak sepanjang sejarah NBA. Total assist James saat ini ada 7988, mengalahkan sang legenda Rod Strickland. Hanya saja penampilan sempurna James tidak diikuti rekan-rekannya di Cavs.

 

Tercatat pemain yang berhasil mencatat poin baik adalah Jordan Clarkson dengan 17 poin dan Jeff Green dengan 14 poin, di mana keduanya adalah pemain cadangan. Buruknya penampilan Cavs ini langsung dimanfaatkan oleh Spurs yang begitu beringas di kuarter ketiga dan keempat sampai mampu mencetak 60 poin di saat Cavs cuma mampu meraih 41 poin.Spurs sepenuhnya bangkit saat LaMarcus Aldridge dan Danny Green jadi peraih poin tertinggi.

 

Isaiah Thomas Sebut Cavaliers Panik Karena Sering Kalah

Sorotan kepada Cavs sepertinya tak hanya dipertanyakan oleh para pendukungnya. Sang mantan pemain, Isaiah Thomas baru-baru ini mulai mempertanyakan keputusan Cavs yang menukarnya ke LA Lakers pada pertengahan musim 2017-2018. Padahal Thomas sendiri baru saja datang ke Cavs di awal musim ini dalam kondisi cedera yang membuatnya cuma tampil bersama Cavs dalam 15 pertandingan. Thomas hanya mampu meraih rata-rata 14,7 poin dan 4,5 assist dalam setiap laga.

 

“Saya tidak menduga manajemen akan mengambil keputusan secepat itu. Saya baru bermain 15 kali. Tapi inilah bisnis. Cavs panik karena sering menderita kekalahan. Pada dasarnya Cavas sedang cuci gudang,” curhat Thomas kepada ESPN seperti dilansir Liputan6.

 

Sekedar catatan, saat ‘membuang’ Thomas, rekor pertandingan Cavs sebelum batas pertukaran pemain NBA 2017-2018 pada 8 Februari lalu memang kurang baik. Cavs mencatat 31-22 yang akhirnya membuat manajemen melepas Thomas, Channing Frye dan draft 2018 ke Lakers untuk mendapatkan Jordan Clarkson dan Larry Nance Jr. Cavs juga sepakat dengan Sacramento Kings dan Utah Jazz untuk mendatangkan George Hill dan Rodney Hood. Bukan cuma itu saja, Cavs sampai mengirim Dwyane Wade ke Miami Heat demi draft 2024. Namun dari hasil terbarunya yang kalah dari Spurs di kandang, sepertinya keputusan manajemen Cavs masih dipertanyakan.

 

Menanti Potensi New York Knicks

Lepas dari performa Cavs, harapan justru diutarakan Steve Kerr, sang pelatih Golden State Warriors kepada New York Knicks. Knicks saat ini terseok-seok di posisi ke-11 klasemen wilayah timur dengan rekor 24-37 yang akan sangat berat untuk melaju ke babak play-off. Padahal menurut Kerr, Knicks punya kunci penting untuk NBA. Sebagai klub yang berbasis di kota besar yakni New York, Knicks bermarkas di Madison Square Garden yang sangat megah dan memiliki eksposur besar yang sayangnya gagal dimanfaatkan.

 

“Saya pribadi menginginkan Knicks tampil baik. Saya rasa Knicks sangat penting untuk NBA. Knicks merupakan brand besar, kotanya adalah kota yang bagus untuk basket. Semakin baik Knicks, semakin baik pula NBA. Saya ingin Knicks bangkit dan jadi tim hebat,” tutup Kerr.

countinue reading