Putus Rantai Kekalahan, Spurs Bekuk Cavaliers

Menjalani bulan Februari dengan serangkaian kekalahan, tentu saja San Antonio Spurs butuh usaha lebih untuk memutus rantai buruk itu. Dan pada pertandingan hari Senin (26/2) pagi waktu Indonesia kemarin, Spurs berhasil bangkit. Dijamu Cleveland Cavaliers, Spurs sukses mempermalukan Cavs di depan pendukung mereka di Quicken Loans Arena lewat skor 110-94.

 

Cavs sebetulnya tidak bermain buruk. Mengingat LeBron James tampil maksimal dan nyaris meraih triple-double. James mencetak 33 poin, 13 rebound dan 9 assist. Sembilan assist itu membuat James ada di posisi 11 dalam daftar pemain dengan assist terbanyak sepanjang sejarah NBA. Total assist James saat ini ada 7988, mengalahkan sang legenda Rod Strickland. Hanya saja penampilan sempurna James tidak diikuti rekan-rekannya di Cavs.

 

Tercatat pemain yang berhasil mencatat poin baik adalah Jordan Clarkson dengan 17 poin dan Jeff Green dengan 14 poin, di mana keduanya adalah pemain cadangan. Buruknya penampilan Cavs ini langsung dimanfaatkan oleh Spurs yang begitu beringas di kuarter ketiga dan keempat sampai mampu mencetak 60 poin di saat Cavs cuma mampu meraih 41 poin.Spurs sepenuhnya bangkit saat LaMarcus Aldridge dan Danny Green jadi peraih poin tertinggi.

 

Isaiah Thomas Sebut Cavaliers Panik Karena Sering Kalah

Sorotan kepada Cavs sepertinya tak hanya dipertanyakan oleh para pendukungnya. Sang mantan pemain, Isaiah Thomas baru-baru ini mulai mempertanyakan keputusan Cavs yang menukarnya ke LA Lakers pada pertengahan musim 2017-2018. Padahal Thomas sendiri baru saja datang ke Cavs di awal musim ini dalam kondisi cedera yang membuatnya cuma tampil bersama Cavs dalam 15 pertandingan. Thomas hanya mampu meraih rata-rata 14,7 poin dan 4,5 assist dalam setiap laga.

 

“Saya tidak menduga manajemen akan mengambil keputusan secepat itu. Saya baru bermain 15 kali. Tapi inilah bisnis. Cavs panik karena sering menderita kekalahan. Pada dasarnya Cavas sedang cuci gudang,” curhat Thomas kepada ESPN seperti dilansir Liputan6.

 

Sekedar catatan, saat ‘membuang’ Thomas, rekor pertandingan Cavs sebelum batas pertukaran pemain NBA 2017-2018 pada 8 Februari lalu memang kurang baik. Cavs mencatat 31-22 yang akhirnya membuat manajemen melepas Thomas, Channing Frye dan draft 2018 ke Lakers untuk mendapatkan Jordan Clarkson dan Larry Nance Jr. Cavs juga sepakat dengan Sacramento Kings dan Utah Jazz untuk mendatangkan George Hill dan Rodney Hood. Bukan cuma itu saja, Cavs sampai mengirim Dwyane Wade ke Miami Heat demi draft 2024. Namun dari hasil terbarunya yang kalah dari Spurs di kandang, sepertinya keputusan manajemen Cavs masih dipertanyakan.

 

Menanti Potensi New York Knicks

Lepas dari performa Cavs, harapan justru diutarakan Steve Kerr, sang pelatih Golden State Warriors kepada New York Knicks. Knicks saat ini terseok-seok di posisi ke-11 klasemen wilayah timur dengan rekor 24-37 yang akan sangat berat untuk melaju ke babak play-off. Padahal menurut Kerr, Knicks punya kunci penting untuk NBA. Sebagai klub yang berbasis di kota besar yakni New York, Knicks bermarkas di Madison Square Garden yang sangat megah dan memiliki eksposur besar yang sayangnya gagal dimanfaatkan.

 

“Saya pribadi menginginkan Knicks tampil baik. Saya rasa Knicks sangat penting untuk NBA. Knicks merupakan brand besar, kotanya adalah kota yang bagus untuk basket. Semakin baik Knicks, semakin baik pula NBA. Saya ingin Knicks bangkit dan jadi tim hebat,” tutup Kerr.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *