Synopsis Film Peter Rabbit

Pecinta animasi atau yang ingin memberikan tontonan layak bagi buah hatinya wajib menyaksikan film Peter Rabbit di pekan ini. Lebih dari sekadar hiburan, menyaksikan film ini Anda juga dapat bernostalgia dengan kisah-kisah serta karakter kelinci-kelinci yang lucu. Film ini merupakan adaptasi dari komik karya Beatrix Potter yang sudah sangat populer dan kini diangkat ke bioskop dengan versi animasi 3D. Simak ulasannya.

 

Synopsis singkat film Peter Rabbit

Sebelum menonton kisah lengkapnya di bioskop tak ada salahnya bila Anda terlebih dahulu mengetahui synopsis singkat film ini. Film animasi yang disutradarai oleh Will Gluck ini menceritakan tentang keluarga kelinci yang beranggotakan Peter (James Corden), yang hidup bersama 3 adik perempuan kembarnya yaitu, Cottontail (Daisy Ridley), Mopsy (Elizabeth Debicki), dan Flopsy (Margot Robbie), dan sepupu mereka, Benjamin (Colin Moody).

 

Anak-anak kelinci ini harus menjadi yatim piatu saat ayah mereka tewas dan dimasak menjadi pie oleh Tuan McGregor, petani tua pemarah yang tinggal di samping liang rumah mereka. Marah karena kematian ayahnya gara-gara si McGregor Tua, Peter pun berniat kembali merebut kebun sayuran milik Tuan McGregor yang biasanya menjadi tempat sang ayah mencari makan bagi seluruh keluarga.

 

Kematian mendadak Tuan McGreggor karena penyakit jantung membuat cita-cita Peter tercapai. Ia pun bahagia apalagi ia dapat berteman dengan Bea (Rose Byrne) yang sangat menyayanginya. Tetapi kedamaian tersebut tak berlangsung lama di tengah-tengah keluarga Rabbit karena Tuan McGregor mewariskan tanah dan rumahnya kepada Tom (Domhnall Gleson) sang keponakan yang perfeksionis, culas, dan membenci kelinci.

 

Bea sendiri adalah seorang pelukis cantik yang sangat menyayangi binatang dan diam-diam disukai oleh Tom. Demi mendapatkan cinta Bea, Tom terpaksa berpura-pura baik kepada keluarga Rabbit sambil terus mencari cara menyingkirkan mereka. Peter yang mengetahui tipu daya Tom pun menjadi semakin jengkel dan terus berupaya menggagalkan pendekatan Tom kepada Bea. Berbagai peristiwa lucu pun terjadi pada berbagai insiden tersebut.

 

 

Segera saksikan di bioskop kesayangan Anda bila ingin mengetahui akhir kisah ini.

Review film Peter Rabbit

Dalam film yang menargetkan anak-anak sebagai penonton utama ini karakter para kelinci juga hewan-hewan lainnya digambarkan dengan sangat imut serta menggemaskan, sehingga jangan heran bila si kecil langsung meminta hewan ini sebagai peliharaan usai menonton Peter Rabbit. Gaya slapstick ala film kartun legendaries Tom and Jerry pasti juga akan membuat penonton terpingkal-pingkal, mulai dari kena sengatan listrik, atau saat tangan si petani jahat itu terjepit perangkap tikus.

 

Formulasi film ini sekilas mungkin akan mengingatkan kita pada film Home Alone dengan para penjahatnya selalu bernasib sial terkena perangkap yang dipasang oleh Peter dan gang kelinci mereka. Padahal Tom, alias Thomas, alias General Hux ini adalah adalah orang yang penuh perhitungan serta sangat terorganisir. Nyawa utama dalam film ini adalah pertempurannya dengan Peter yang nakal dan tak kalah licik.

 

Pengisi suara Peter sendiri terbilang sukses membawakan karakter si kelinci tertua keluarga Rabbit itu yang sangat menyebalkan tapi juga lucu. Sementara Daisy Ridley, pengisi suara Cotton Tail kedengaran sangat cerewet, hiperaktif, tapi juga menggemaskan. Lalu ada dua lagi saudara kembar mereka, Flopsy dan Mopsy yang tak henti berdebat siapa yang lahir lebih dahulu di antara mereka. Jangan lupa visual pemandangan pedesaan yang terlihat asri membuat film Dewa Poker ini semakin menarik untuk disaksikan. Selamat menonton.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *